Mengenal Teknik Pembiakan Larva Cacing Metode Harada Mori

Berbagi
Print
Teknik pembiakan larva cacing metode harada mori dengan modifikasi penggunaan plastik es. Sebenarnya dulu teknik ini menggunakan tabung sentrifuge namun dengan seiring perkembangannya di modifikasi menggunakan plastik es berukuran kecil plastik es lilin atau es mambo. Untuk teknik ini digunakan untuk pembiakan larva cacing tambang dan larva cacing benang.

Sebelum pemeriksaan seperti biasa alat dan bahan harus di perisapkan terlebih dahulu yaitu plastik es yang sudah di modifikasi dengan dibentuk kerucut pada ujungnya lihat gambar ilustrasi, kertas saring yang di potong sesuai ukuran dan bentuk plastik es lihatlah gambar ilustrasi, aplikator atau lidi, air aquadest, pipet tetes, tempat pengeraman dan sampel feses yang sudah tentu positif telur cacing tambang atau telur cacing benang.

Prosedur teknik pembiakan larva cacing metode harada mori dimulai dengan mengambil sampel feses dengan plikator kemudian oleskan di tengah kertas saring, jangan terlalu tebal dan jangan terlalu sedikit. Setelah itu masukkan kertas saring yang sudah di olesi sampel feses kedalam plastik es untuk peletakkannya lihat gambar ilustrasi.

Kemudian masukkan dengan hati-hati air aquadest menggunakan pipet tetes panjang hingga volume air aquadest menyentuh ujung kertas saring. Biarkan kertas saring basah dengan gaya kapilaritasnya pabila setelah air aquadest terserap volumenya tidak mencapai ujung kertas saring tambahlah lagi hingga menyentuh kertas saring. Kemudian eramkan taua biarkan biakan tersebut pada suhu kamar dalam keadaan posisi tergantung dan tidak goyang selama kurang lebih 4-7 hari.

Jika sudah mencapai waktu yang di tentukan ambilah air aquadest yang berada ujung runcing plastik es dengan menggunakan pipet tetes dengan perlahan. Setelah itu teteskan pada obyek glass 2-3 tetes dan tutup dengan deck glass kemudian lakukan pembacaan dengan mikroskop dengan perbesaran lemah 4x atau 10x amati apakah ada pergerakan larva cacing.


Sumber : Didik Sumanto, Praktiukum Parasitologi Kesehatan Masyarakat, IAKI Semarang, Semarang, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar