Pemeriksaan Zat Keton Urin Metode Rothera

Berbagi
Print
Pemeriksaan zat keton atau juga disebut benda keton dalam urin disebut aceton, asam aceto-acetat dan asam beta-hidroxibutirat.

Pemeriksaan aceton merupakan pemeriksaan yang di haruskan segera diperiksa pertama kali karena aceton mudah menguap atau berubah menjadi asam aceto-acetat begitu juga beta-hidroxibutirat yang lebih dulu berubah menjadi asam aceto-acetat yang mudah menghilang dalm urin.

Pemeriksaan zat keton metode rhotera ini berdasr pada reaksi antara nitroprussida dan asam aceta-acetat atau aceton yang menyusun suatu zat yang berwarna ungu. Pemeriksaan ini mempunyai reaski positif 1:400000 terhadap adanya asam aceto-acetat dan 1:20000 terhadap adanya aceton sedangkan asam beta-hidroxibutirat tidak dapat dinyatakan dengan reaksi ini.

Untuk alat dan bahan pada pemeriksaan ini yaitu tabung reaksi, pipet tetes, reagen rhotera yaitu campuran antara natriumnitroprussida 5 gram dan amoniumsulfat 200 gram yang di gerus menggunakan mortar dan disimpan dalam botol yang tertutup rapat.

Prosedur pemeriksaan zat keton dlaam urin metode rhotera pertama masukkan urin dalam tabung reaksi sebanyak 5 ml kemudian tambahkan kurang lebih 1 gram reagen Rothera di campur atau di homeogenkan sampai reagen rothera larut jika sudah larut tambahkan 1-2 ml amoniumhidroxida pekat (28%) teteskan perlahan lewat diding dengan memiringkan tabung. Setelah itu tabung dalam sikap tegak bacalah hasil perubahan warna yang terjadi pada perbatasan antara dua lapisan cairan dengan penilaian semikuantitatif hanya positif (+) atau negatif (-) saja. Jika berubah menjadi warna ungu kemerah-merahan dalam 3 menit berarti test positif jika perubahan warnanya cepat dan berwarna ungu yang semakin tua maka kadungan zat-zat keton makin banyak.


Catatan :
Untuk pemeriksaan ini sebaiknya mengunakan urin segar seperti yang di bahas tadi bahwa aceton mudah menguap jika pemeriksaan di tunda kemungkinan mengurangi hasil positif atau menjadikan hasil negatif.

Sumber : Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Jakarta,1968

Tidak ada komentar:

Posting Komentar