Prinsip Hematology Analyzer Metode Spektrofotometri

Berbagi
Print
Spektrofotometri merupakan metode analisis yang digunakan pada hematology analayzer dengan didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatik oleh suatu larutan dengan panjang gelombang yang spesifik. Selain itu metode ini menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi atau filter dengan warna tertentu yang akan dideteksi oleh detektor fototube.

Absorsi sinar larutan mengikuti hukum Lambert-Beer, yaitu : A = Log (Io/Lt) = a x b x c
Keterangan :
  • A : absorbansi
  • Io : intensitas sinar datang
  • It : intensitas sinar yang diteruskan
  • a : absorbsivitas
  • b : panjang lintasan sinar pada sel/kuvet
  • c : konsentrasi larutan



Metode ini digunakan alat hematology analayzer untuk pengukuran hemoglobin dalam darah. Kadar Besi dalam hemoglobin diubah dari bentuk ferro (Fe++) menjadi ferri (Fe+++), sehingga membentuk methemoglobin yang warnanya stabil. Kemduian intensitas warna yang melewati kuvet diukur secara spektrofotometri dengan panjang gelombang tertentu. Hasilnya akan sebanding dengan konsentrasi hemoglobin didalam darah.

Untuk pemebentukkan sianmethemoglobin sendiri menggunakan sodium lauril sulfat (SLS) sebagi pengganti kalium ferisianida KCN. Kenapa tidak memakai KCN yang merupakan rekomendasi dari Internasional Committee for Standardization in Haematology (ICSH) karena senyawa ini merupakan senyawa keras dan menggangu lingkungan, reaksi yang terjadi sebagai berikut :

Hemoglobin (Fe++) → SLS → Methemoglobin (Fe+++)

Mathemoglobin yang telah terbentuk ini menghasilkan warna yang stabil kemudian intensitas warnannya tersebut dibaca dengan metode spektrofotometri yang hasilnya sebanding dengan kadar hemoglobin dalam darah.

Sumber : MENGKO, Ricrad, 2013, Instrumentasi Laboratorium Klinik, Bandung, Penerbit ITB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar