Mengenal Fungsi Darah dan Komponen Darah

Sebagai seorang tenaga kesehatan Ahli Teknologi Laboratorium Medik, harus tahu apa fungsi darah dalam tubuh dan komponen apa saja yang ada didalam darah. Karena hampir dan test laboratorium yang sering kita lakukan menggunakan sampel darah. Apakah sajakah fungi darah dalam tubuh. Sebagai pengangkut gas, nutrisi, limbah, sel dan hormon ke seluruh tubuh. Mengangkut O2, CO2, nutrisi, hormon, panas dan limbah. Mengatur pH, suhu, kadar air sel. Melindungi dari kehilangan darah melalui pembekuan dan melindungi terhadap penyakit melalui sel darah putih phagocytic dan antibodi.


Komponen darah, ini juga sangat penting dipelajari untuk Ahli Teknologi Laboratorium Medik. Darah terdiri dari sel darah dan plasma. Jika darah diberi antikoagulan dan disentrifugasi, darah akan terpisah dimana sedimen bagian bawah tabung adalah sel darah merah kemudian sel darah putih atau baficoat dan bagian atas atau supernatan adalah plasma bening. Sel darah dalam darah memiliki volume sekitar 35-50% volume darah dan terdiri dari tiga yaitu:
  • eritrosit atau sel darah merah volume normal dalam darah sekitar 5 - 10 x 10 pangkat6 eritrosit per ml
  • leukosit atau sel darah putih volume normal dalam darah sekitar 1 - 5 x 10 3 leukosit per ml
  • trombosit atau trombosit volume normal dalam darah sekitar 1,5 - 4 x 10 5 trombosit per ml

Sedangkang plasma sekitar 55% volume darah. Ini terdiri dari larutan air (92%), protein, lipid, ion anorganik (garam) dan glukosa. Protein termasuk hormon. Garam termasuk urea, yaitu produk limbah sel. Protein membentuk 6-7% darah dan sebagian besar terdiri dari albumin serum, dan serum globulin. Albumin serum dibuat di hati, dan membantu menjaga tekanan osmotik darah. Ada tiga jenis globulin serum; alpha, beta dan gamma. Alpha terlibat dalam mengangkut vitamin A, beta dalam mengangkut transferin, dan kebanyakan antibodi adalah gamma globulin. Kolesterol juga ditemukan di dalam darah, dalam campuran kepadatan tinggi dan bentuk kerapatan rendah (HDL dan LDL). Kadar LDL tinggi dikaitkan dengan aterosklerosis, di mana plak dapat terbentuk di bagian dalam arteri. Hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung dan / atau stroke. Sebaliknya, kadar HDL tinggi dapat melindungi dari penyakit jantung.

Baca artikel lainnya dengan topik Hematologi ,Histologi ,Kimia Klinik ,Transfusi Darah

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2013-2018 ATLM. Powered by Blogger.