Indentifikasi Sel Leukosit yang Baik & Benar pada Preparat Apus Darah Tepi

Sebagai sorang Ahli Teknologi Laboratorium harus bisa mengindentifikasi atau membedakan sel Leukosit atau sel darah putih yang baik dan benar pada preparat apusan darah tepi. Dalam indentifikasi sel sebenarnya bukan menghafalkan bentuk sel namun memahami ciri sel dari inti sel sampai dinding sel. Menghafal bentuk sel terkadang membuat kita salah mengindetifikasi, misalnya permasalahan berikut ini, banyak yang berkata bahwa ciri sel eosinofil intinya berbentuk seperti kaca mata, memang kebanyakan sel esosinofil intinya seperti kaca mata karena mempunyai dua lobus, namun jika kita menemukan yang mempunyai tiga lobus, pasti membuat bingung dan mengindentifikasinya sebagai sel netrofil segmen jika kita cuman mengafal bentuk saja.

Berbeda jika kita memahami ciri sel, kita tidak terpaku kepada inti saja, kita juga akan melihat ciri lain misalnya granula, ukuran sel, sitoplasma dan lainnya. Seperti permasalahan tadi ketika kita menemukan sel eosinofil dengan tiga lobus coba lihat granulanya apakah besar rata, jika ciri sama berarti sel eosinofil karena sel dinamakan eosinofil bukan dari intinya berbentuk kaca mata melainkan dari granulanya besar rata dan jika pengecatannya bagus granula akan berwarna merah muda, namun jika granulanya tipis tidak rata pada sitoplasma maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sel tersebut adalah sel netrofil. Kemudian memahami ciri sel agar mudah memahaminyaseperti yang kita tahu pada preparat apusan darah tepi sel darah putih jarang ditemukan dibanding sel darah merah dan sel darah putih sendiri di bagi lima jenis sel darah putih (leukosit). Kemudian dari lima jenis dibagi menjadi dua kelas utama yaitu :

Granulosit atau bergranula yaitu Neutrofil, Eosinofil dan Basofil
Agranulosit atau Non granulosit atau tidak berganula yaitu limfosit dan monosit.

Sebelum masuk ke ciri masing-masing sel baik kita pahami ciri sel leukosit pada preparat apusan draah tepi normal, pada gambar dibawah ini :


Ciri sel lukosit pada preparat darah tepi normal, pada saat indentifikasi pada pemeriksaan diffcount misalnya kita cukup memahami ciri dari ukuran sel, inti sel, sitoplasma dan granula. Setelah kita paham ciri sel leukosit kita pahami ciri masing - masing sel dari seri granulit dan agranulosit, sebagai berikut :

Basofil
Berukuran 10-15 mikron
Inti sel mempunyai 3-4 lobus
Sitoplasma pucat merah muda sampai tak berwarna.
Granula tidak merata berwarna biru-violet (hitam), sampai menutupi inti sel.

Eosinofil
Berukuran 10-15 mikron
Inti sel mempunyai 2-3 lobus
Sitoplasma pucat merah muda sampai tak berwarna.
Granula besar rata, jika pengecatan bagus berwarna merah muda

Netrofil Batang
Berukuran 10-15 mikron
Inti berbentuk batang/melengkung seperti huruf "C". Bagian tersempit setidaknya 1/3 dari yang terluas.
Sitoplasma pucat merah muda sampai tak berwarna.
Granula berwarna ungu sangat halus

Netrofil Segmen
Berukuran 10-15 mikron
Inti sel mempunyai 3-5 lobus.
Pucat merah muda sampai sitoplasma tak berwarna
Granula berwarna ungu sangat halus

Limfosit
Berukuran 7-8 mikron (hampir sama dengan eritrosit)
Inti bulat ke oval, hampir memenuhi sitoplasma.
Sitoplasma berwarna biru tua
Tidak ada granula

Monosit
Berukuran 12-24 mikron
Inti sel berbentuk seperti ginjal, struktur kromatin tidak padat.
Tidak ada granula
Vakuola sering muncul di sitoplasma

Untuk sel leukosit preparat apusan darah tepi tidak normal :


Ciri sel lukosit pada preparat darah tepi tidak normal, pada saat indentifikasi pada pemeriksaan diffcount khusus dari sel muda sampai tua, kita harus memahami ciri dari ukuran sel, anak inti/ nucleoli, inti sel, kromatin, sitoplasma, granula dan dinding sel. Namun pada artikel ini tidak akan menjabarkan sel yang tidak normal atau sel muda di preparat darah tepi yang akan dibahas pada materi berikutnya pada artikel Hematopoiesis.

Rujukan
Hematopoiesis, CellAtlas, Cella Vision, http://www.cellavision.com/en/cellavision-cellatlas/hematopoiesis-cellatlas
The Histology Guide, Blood, White blood cells, http://www.histology.leeds.ac.uk/blood/blood_wbc.php

Baca artikel lainnya dengan topik Hematologi ,Histologi

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2013-2018 ATLM. Powered by Blogger.