Pemeriksaan Hematokrit (Ht) Metode Mikrohematokrit

Berbagi
Print
Pendahuluan
Pemeriksaan Hematokrit (Ht) atau Hematrocrit (Hct) adalah tes yang dilakukan untuk memberikan perkiraan volume sel darah merah pasien dan kapasitas pengangkutan oksigen darah. Pengukuran hematokrit berguna dalam skrining untuk anemia, skrining donor darah potensial, evaluasi terapi anemia, dan estimasi kehilangan darah setelah perdarahan atau trauma. Pemeriksaan hemtokrit secara manual ada dua macam yaitu metode makrohematokrit dan metode mikrohematokrit. Metode makrohematokrit mempergunakan tabung wintrobe dimana pemeriksaan hemtokrit bisa bersamaan dengan pemeriksaan laju endap darah (LED). Sedangkan metode mikrohematokrit membutuhkan sedikit volume darah karena menggunakan tabung kapiler kemudian di sentrifugasi.

Metode mikrohematokrit didasarkan pada prinsip memisahkan unsur seluler darah dari plasma dengan sentrifugasi. Setelah darah disentrifugasi dalam tabung kapiler, sel-sel merah berada di bagian bawah tabung, sel-sel putih dan trombosit membentuk lapisan tipis di atas sel-sel merah, dan plasma berada di atas. Susunan berlapis ini setelah sentrifugasi disebut packed cell column. Lapisan yang mengandung sel-sel putih dan trombosit memiliki penampilan berwarna keputihan-kecoklatan yang disebut sebagai buffy coat.

Pembacaan metode mikrohematokrit ditentukan dengan membandingkan volume sel darah merah dengan total volume sampel darah lengkap menggunakan skala mikrohematokrit (mricrohematocrit reader). Volume sel darah merah ini disebut dengan packed cell volume (PCV) inilah yang terkadang pemeriksaan hematokrit juga disebut pemeriksaan PVC. Hasil pemeriksaan dilaporkan dalam satuan persen (%) atau pecahan desimal. Hasil dari PCV dan jumlah eritrosit, bisa digunakan untuk menghitung mean corpuscular volume(MCV). Selain PCV juga bisa untuk menghitung mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC) dengan mengetahui konsentrasi hemoglobin.

Metode mikrohematokrit memerlukan jenis sentrifuge khusus dan ada beberapa jenis sentrifuge. Jenis sentrifuge ada yang hanya bisa digunakan untuk tabung mikrohematokrit atau tabung kapiler, ada juga yang multifungsi yang dapat memutar tabung urin, pembekuan darah, dan tabung kimia darah serta tabung mikrohematokrit. Sentrifuge mikrohematokrit modern ada yang memiliki pembaca skala mikrohematokrit internal namun menggunakan tabung kapiler khusus, tabung yang sudah dikalibrasi. Ada jenis sentrifuge lainnya dengan skala mikrohematokrit internal namun tidak memakai tabung khusus atau tabung yang tidak dikalibrasi.

Tabung mikrohematokrit atau tabung kapiler memiliki beberapa jenis. Tabung dengan diameter internal 0,5-1 mm dan memiliki panjang 40 mm dan ada juga yang panjangnnya 75 mm. Panjang tabung harus sesuai untuk jenis centrifuge mikrohematokrit yang akan digunakan. Tabung heparin dengan ciri-ciri memiliki cincin merah digunakan untuk darah kapiler sedangkan tabung tanpa antikoagulan yang memiliki cincin biru digunakan untuk darah vena yang telah ditambahkan antikoagulan. Dari macam tabung kapiler paling bagus digunakkkan adalah tabung kaca yang dibungkus mylar atau tabung kapiler plastik yang lentur, karena lebih kecil kemungkinan untuk pecah daripada tabung gelas. Ada juga tabung self-sealing yang sudah terdapat penutup sealant.

Prosedur
Persiapan alat dan bahan sebelum memulai langkah kerja yaitu pertama tabung kapiler seperti yang dijelaskan dipendahuluan (panjang 75 mm dengan diameter internal 0,5-1 mm). Tabung cincin biru tidak mengandung antikoagulan digunakan sampel darah dengan antikoagulan EDTA. Tabung cincin merah dengan antikoagulan heparin untuk digunakan dengan darah kapiler. Kemudian sealant jika tabung tidak ada inklut sealant, jika ada tidak diperlukan. Setelah itu yang tak kalah penting sentrifuge microhematocrit dan micrihematocrit reader atau kadang menyebutnya skala Ht, jika centrifuge yang dipakai sudah inklut micrihematocrit reader lebih mudah.

Langkah kerja
  1. Sampling darah kapiler menggunakan lancet, jika darah keluar ambil menggunakan tabung kapiler dengan antikoagulan heparin (cicin merah) sampai tiga perempat tabung kapiler, buatlah minimal dua sampel darah dalam tabung kapiler (duplikat sampel).
  2. Bisa juga menggunakan darah vena dengan antikoagulan EDTA kemudian masukkan dalam tabung kapiler tanpa antikoagulan (cicin biru) sampai tiga perempat tabung, buatlah minimal dua sampel dalam tabung kapiler untuk berjaga jika terjadi pecah tabung (jika menggunakan tabung kapiler berbahan gelas) atau daah keluar dari tabung kapiler saat disentrifuge.
  3. Bersihkan bagian luar tabung dengan kain kasa atau lap, kemudian tutup salah satu ujung setiap tabung dengan sedikit bahan seperti sealant atau lilin malam. Masukkan ujung tabung yang sudah dibersihkan (dekat darah) ke dalam sealant, pegang jari telunjuk di ujung yang berlawanan (ujung yang kering) untuk mencegah darah bocor keluar dari tabung ke sealant.
  4. Tempatkan tabung kapiler yang diisi dan disegel dengan sealant ke dalam centrifuge. Ujung yang disegel sealant harus mengarah ke bagian luar centrifuge. Sampel duplikat ditempatkan berlawanan satu sama lain untuk menyeimbangkan centrifuge. Catat nomor posisi masing-masing sampel.
  5. Kencangkan tutup flat (penutup rotor centrifuge) di atas tabung kapiler dengan aman. Tutup bagian atas centrifuge (penutup centrifuge) dan kencangkan kaitnya. Atur timer selama 5 menit, setting kecepatan sentrifugasi dengan kecepatan sekitar 10.000 hingga 15.000 rpm, biasanya sentrifuge mikrohemtokrit sudah disetting kecepattannya paten.
  6. Setelah centrifuge berhenti, buka penutup sentrifuge kemudian buka penutup flat rotor. Segera baca Ht/Hct/PCV pada microhemtrocrit reader, dengan menyesuaikan atas sealant dengan tanda 0 (nol) dan membaca bagian atas plasma pada angka 100. Baca bagian tengah antara sel darah merah dan plasma sesuai garis lurus menunjuk ke angka berapa, catat dan laporkan hasilnya.

Catatan: Pastikan tidak ada kebocoran saat selesai di sentrifuge. Saat pembacaan pada microhematocrit reader atau skala hematokrit pastikan bahwa bagian bawah pada kolom sel benar ke tanda angka nol. Jangan sertakan lapisan buffy coat dan sealant/lilin malam dalam membaca kolom eritrosit (sel darah merah). Jangan biarkan tabung berada dalam centrifuge selama lebih dari 10 menit karena antarmuka antara plasma dan sel-sel akan menjadi miring mengakibatkan pembacaan yang tidak akurat. Jika mengikuti lanhkah kerja diatas pembacaan mikrohematokrit dengan pembuatan duplikat masing-masing harus dibaca hasilnya. Nilai dari dua tabung tidak boleh lebih dari 62% selisihnya. Rata-rata dari hasil pembacaan dua sampel yang dilaporkan.

Nilai normal
Nilai hematokrit bervariasi tergantung jenis kelamin dan usia pasien. Nilai berkisar dari 32%-61% untuk anak berusia 1 tahun dan bayi baru lahir. Hematokrit pada wanita biasanya lebih rendah daripada pria. Nilai SI (Sistem Satuan Internasional)untuk hematokrit diperoleh dengan mengalikan persentase hematokrit dengan faktor 0,01. Hasilnya dinyatakan dalam satuan SI sebagai liter packed cells per liter darah lengkap (L/L). Hematokrit 32% akan dinyatakan sebagai 0,32 L/L. Ht/PCV sekarang lebih sering dinayatakan dalam desimal, misalnya 0,45 L/L, daripada 45%.

Nilai Normal:
Rata-rata Range 
 Persen (%)Satuan SI (L/L)Persen (%)Satuan SI (L/L)
Dewasa     
Laki-laki470,4742-520,42-0,52
Perempuan420,4236-480,36-0,48
Anak-anak    
Bayi560,5651-610,51-0,62
1 tahun350,3532-380,32-0,39
6 tahun380,3834-420,34-0,43

Refensi lain
Laki-laki : 41.5-50.5%; Perempuan : 36.0–45.0%

Sumber Kesalahan
Hasil yang salah dapat disebabkan oleh dimasukkannya buffy coat dalam pembacaan kolom sel darah merah eritrosit, sampel hemolisis, dan pencampuran yang tidak homogen sampel terhadap antikoagulan. Jika waktu sentrifugasi terlalu pendek atau kecepatannya terlalu rendah, mengakibatkan peningkatan plasma yang terperangkap (1% hingga 3%) ini akan terjadi dalam darah normal. Peningkatan jumlah plasma yang terperangkap dapat menghasilkan kesalahan dalam kasus-kasus dimana ada kelainan eritrosit, seperti anemia sel sabit. Sumber kesalahan lainnya termasuk pemasangan tourniquet berkepanjangan dan kelebihan antikoagulan EDTA, yang menyebabkan sel menyusut dan mengemas lebih erat dari yang seharusnya.

Antikoagulan EDTA yang tersedia secara komersial memiliki efek variabel pada volume sel darah merah. K3EDTA, yang paling banyak digunakan, menghasilkan penyusutan sel darah merah yang menghasilkan penurunan sekitar 2% pada Ht/PCV. Karena menghindari penyusutan sel ini, K2EDTA lebih disukai dari pada K3EDTA, terutama ketika PCV digunakan untuk mengkalibrasi alat analisis otomatis. Ketika laboratorium beralih ke K2 yang direkomendasikan, pada waktu yang bersamaan nilai rata-rata MCV akan meningkat sekitar 2% dan rata-rata MCHC akan berkurang dengan jumlah yang sama.

Diagnosa
Ht/PCV digunakan untuk mendeteksi anemia, polisitemia, hemodilusi, atau hemokonsentrasi.

Keuntungan
  • Mudah
  • Diperlukan sedikit darah (berguna pada pasien anak).
  • Membutuhkan sedikit sampel darah, darah kapiler saja cukup.
  • Lebih sedikit waktu
  • Jumlah plasma yang terperangkap dalam kolom sel darah merah lebih sedikit, sehingga meminimalkan kesalahan.

Kerugian
  • Dibutuhkan centrifuge (mahal) khusus.
  • Potensi penularan penyakit menular dikarenakan kecelakaan centrifuge, missalnya kerusakan tabung gelas, segel tidak cukup, dan pembentukan aerosol. Dalam kasus kerusakan, kaca harus dihapus dengan hati-hati dengan hemostat, dan centrifuge harus didekontaminasi dan didesinfeksi dan kontaminasi darah yang ada di luar tabung kapiler.
Ilustrasi



Video

Maaf untuk untuk saat ini belum ada video

Pustaka
  1. Mary Louise T., 2012, Clinical Hematology Theory and Procedures Fifth Edition, Lippincott Williams & Wilkins, a Wolters Kluwer business.
  2. Barbara H. Estridge and Anna P. Reynolds, 2012, Basic Clinical Laboratory Techniques Sixth Edition, Delmar, Cengage Learning
  3. Ramadas Nayak, Sharada Rai, Astha Gupta, 2012, Essentials in Hematology and Clinical Pathology, Chapter 40: Hemoglobin Estimation, Hal. 350-353, Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd., New Delhi.
  4. NCCLS, 2000, Procedure for Determining Packed Cell Volume by the Microhematocrit Method; Approved Standard—Third Edition. NCCLS document H7-A3 (ISBN 1-56238-413-9). NCCLS, USA 2000.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar