Pemeriksaan Rapid Tes Antigen Hepatitis B (HBs Ag) Serum

Berbagi
Print

Pendahuluan

Hepatitis adalah suatu proses peradangan pada jaringan hati yang memberikan gejala lemah badan,  mual,  kencing seperti air teh Disusul dengan mata dan badan menjadi kuning. Perubahan serologi pada virus hepatitis B dimulai dengan timbulnyanya HBsAg  dalam darah atau serum yang sering mendahului peningkatan aktivitas transaminase,  kemudian berturut-turut disusul dengan timbulnya IgM  anti HBc dan anti HBs.  Perubahan  biokimiawi maupun serologi adanya infeksi virus hepatitis B,  umumnya akan kembali normal dalam enam bulan.  Dikatakan kronis bila perubahan biokimiawi dan serologi menetap > 6  bulan. 

Pemeriksaan HBSAG secara rutin dilakukan pada darah pendonor untuk mengidentifikasi antigen hepatitis B.   Transmisi Hepatitis B pada transfusi darah sudah hampir tidak terdapat lagi berkat skrining HBsAg terhadap darah pendonor, dan  menyingkirkan donor yang memiliki riwayat hepatitis. 

 Prosedur 

Alat dan bahan:

  •  Kit revit HBSAG
  •  Pipet tetes
  • Sampel darah (serum / plasma)

Persiapan pasien :  tidak ada persiapan khusus

Persiapan sampel :  sampel yang digunakan adalah  serum atau plasma (EDTA,  heparin dan sitrat).  sampel yang digunakan adalah yang tidak hemolisis dan tidak keruh.  tes sebaiknya dilakukan segera.  sampel dapat disimpan selama 3 hari pada suhu 2 sampai 8 derajat Celcius,  jika lebih lama maka sebaiknya disimpan pada suhu kurang dari minus 20 derajat Celcius.  hindari proses pembekuan dan pencairan yang dilakukan berulang-ulang.  biarkan sampel pada temperatur ruangan sebelum tes dilakukan. 

Prinsip:  imunokromatografi dengan prinsip serum/ pasma yang diteteskan pada bantalan stempel bereaksi dengan partikel yang telah dilapisi dengan anti HBs ( antibodi).   campuran ini selanjutnya akan bergerak sepanjang-membran untuk berikatan dengan antibodi spesifik pada daerah tes (T),  sehingga akan menghasilkan garis warna.

Langkah kerja

  1. Alat tes dilepaskan dari tutupnya ( untuk mendapatkan hasil yang baik sebaiknya tes dilakukan dalam waktu 1 jam).
  2. Tempatkan alat tes pada permukaan datar dan bersih.  pipet dipegang  secara vertikal lalu tetes 3  serum / plasma ( kurang lebih 100 mikron) ke dalam sumur spesimen (S)  alat tes.   Hindarkan adanya gelembung udara.
  3. Tunggu sampai garis merah muncul pada alat tes (C/T).  Hasil  sebaiknya dibaca dalam waktu 15 menit.

Catatan :   Konsentrasi  HBsAg yang rendah  dapat menyebabkan timbulnya garis samar-samar pada bagian tes (T)  bila pembacaan hasil melebihi waktu yang telah ditentukan.  Hasil tidak  diinterpretasi  setelah 30 menit. 


Nilai normal

  • Positif :  terbentuk  dua garis merah pada bagian control (C)  dan tes (T).
  • Negatif :  hanya satu garis merah muncul pada bagian control (C) .
  • Invalid :  tidak Timbul garis merah sama sekali atau timbul hanya pada bagian tes (T). 


Video 

Maaf untuk untuk saat ini belum ada video



Pustaka

  1. H. Hardjoeno, dkk, 2003, Interpreatasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik, LEPHAS, Makassar.
  2. Joyce LeFever Kee, 2002, Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik Edisi 6, EGC, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar