Menghitung Jumlah Sel Eritrosit Metode Visual Hemositometer

Berbagi
Print
Pendahuluan

Sel Eritrosit sering disebut sel darah merah atau red blood cell (RBC) karena sel ini mengandung hemoglobin lebih banyak dibandingkan sel darah putih. Sel darah merah berfungsi sebagai pembawa oksigen ke jaringan tubuh. Jumlah sel darah merah dapat memengaruhi berapa banyak oksigen yang diterima jaringan karena jarinan membutuhkan oksigen untuk berfungsi.

Jumlah sel darah merah dinyatakan dengan satuan jumlah sel darah merah/liter (L) dari jumlah seluruh darah. Sel darah merah normal pada wanita adalah 3,6-5,6 x 1012/L dan pada laki-laki 4,2-6,0 x 1012/L. Sedangkan pada bayi baru lahir 5,0-6,5 x 1012/L, pada usia 1 tahun secara bertahap menurun menjadi 3,5-5,1 x 1012/L. Pada anak-anak dan remaja, nilai normal sel darah merah sedikit di bawah nilai normal orang dewasa, pada usia 50 tahun juga sedikit penurunan. Selain itu, aktivitas fisik yang berat cenderung meningkatkan jumlah sel darah merah, dan mungkin juga terjadi fluktuasi harian dengan jumlah merah tertinggi di pagi hari dan paling rendah di malam hari. Peningkatan jumlah sel darah merah ditemukan pada polycythemia vera dan polycythemia sekunder karena dehidrasi dan pengaruh ketinggian.

Perhitunan sel darah merah ada dua metode dasar yaitu metode manual dan otomatis dengan hematology analayzer. Metode manual mirip dengan metode untuk sel darah putih. Sampel yang digunkkan pada pemeriksaan ini adalah darah EDTA atau heparin sebagai antikoagulan. Darah kapiler juga dapat digunakan. Perhitungan sel darah merah menggunakan pengencer menjadi 1 dalam 200. Pengencer yang digunakan mencegah lisis pada sel darah merah, pembekuan, penggumpalan dan pembentukan rouleaux serta tidak merusak sel darah putih. Maka dari itu seluruh darah diencerkan dengan cairan pengencer isotonik. Ada dua macam regen pengencer yang bisa digunakan yaitu Hayem dan Dacie, erikut adalah komposisi reagen pengencer yang digunakan.

Larutan Hayem
BahanBanyaknyaFungsi
Mercuric chloride0.5 gMencegah pertumbuhan bakteri
Sodium chloride1.0 gMemberikan iso-osmolaritas
(cairan memiliki osmolaritas yang sama dengan sel)
Sodium sulfate5.0 gm
Aquadest200 mL

Larutan Dacie
ahanBanyaknyaFungsi
Trisodium citrate 3.2% w/v99 mLAntikoagulan
Formalin 40%1mLFiksasi sel, menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur

Cairan pengencer Dacie mempertahankan bentuk normal sel darah merah. Jika terjadi aglutinasi otomatis pada sel darah merah pasien, hilangkan formalin dalam cairan di atas dan encerkan darah dalam 3,2% natrium sitrat. Cairan pengencer Hayem sering digunakan dibandinkan dacie karena menandung formalin, namun larutan hayem tidak dianjurkan jika sampel dalam kondisi hiperglobulinemia karena menyebabkan rouleaux dan penggumpalan sel darah merah.

Prosedur
Persiapan alat dan bahan sebelum memulai langkah kerja, yaitu paket alat haemacytometer yang berisi bilik hitung improved neubauer, pipet eritrosit (ukuran lebih besar memiliki butiran pengencer berwarna merah), pipet lekosit (ukuran lebih kecil memiliki butiran pengencer berwarna puith), deck glass, dan selang penyedot. Selain itu siapkan juga reagen hayem atau dacie, reagen bisa membeli langsung tinggal pakai, jika ingin membuat sendiri bisa meliat komposisi pada pendahuluan. Sipkan ua mikroskop sebaai alat bantu saat kita akan menghitung sel darah merah atausel eritrsoit.

Langkah kerja
  1. Sampling darah kapiler menggunakan lancet, jika darah keluar usap darah yang keluar pertama kali dengan kapas kering, ambil darah menggunakan pipet eritrosit sampai tanda 0.5 (Lebihkan dari 0.5, setelah itu usap dengan tissu tepatkan pada tanda 0.5).
  2. Bisa juga menggunakan darah vena dengan antikoagulan EDTA. Campur darah dalam botol EDTA secara lembut, sehingga sel-sel bercampur dengan baik dengan plasma kemudian pipet dengan pipet leukosit sampai tanda 0.5 (pelan-pelan dan hati-hati saat memipet).
  3. Jika darah berlebih, keluarkan sampel darah dari sisi ujung pipet menggunakan kapas atau tissu kering dan bersihkan ujung pipet.
  4. Celupkan ujung pipet ke dalam reagen hayem atau daice dan pipet reagen hingga tanda 101, sehingga membuat pengenceran darah 1: 200. Saat pemipetan jangan sampai ada gelembung karena penyebabkan pengenceran tidak sesuai.
  5. Memegang pipet secara horizontal pada porosnya yang panjang, putar perlahan selama kurang lebih 3 menit, untuk memastikan pencampuran antara darah dan pengencer.
  6. Selanjutnya letakkan deck glass di atas bilik hitung.
  7. Buang 2 sampai 3 tetes pertama (karena cairan belum bercampur darah) sampel darah dan pengencer pada pipet leukosit. kemudian titeskan pada bilik hitung haemacytometer.
  8. Isi bilik dengan menempatkan ujung pipet tepat di bawah penutup dan biarkan cairan mengalir sendiri sampai bilik hitung.
  9. Tunggu selama 3 menit sampai sel mengendap di dalam bilik hitung.
  10. Tempatkan ilik hitung yang terisi dengan hati-hati di mikroskop. Dengan menggunakan daya rendah (obyektif 10 X), cari garis kotak bilik hitung.
  11. Ubah dengan hati-hati ke obyektif 40 X, periksa area sel darah putih pada 5 kotak sedang (lihat ilustrasi).
  12. Jumlah sel eritrosit atau sel darah merah didapat dimasukkan dalam rumus N/V x P. keterangan : N merupakan jumlah sel eritrsoit, P yaitu pengenceran, berarti 200 kali, V adalah volume bidang besar atau yang kita hitung yaitu 5 kotak sedang. Jadi 5x0,20x0,20x0,1 bagaimana mendapatkan angka tersebut bisa membacanya disini. Ringkasan perhitungan yaitu N x 10000 = jumlah sel leukosit per ul darah.

Perhitungan :
\[ = {N \over V} \times P\]
\[ = \frac{Jumlah \ Sel}{Jumlah \ kotak \times \ (panjang \times lebar \times tinggi)} \times Pengenceran \]
\[ = \frac{N}{5 \times \ (0,2 \times 0,2 \times 0,1)} \times 200 \]
\[ = \frac{N}{5 \times \ 0,004} \times 200 \]
\[ = \frac{N}{0,02} \times 200 = \frac{N}{2 \over 100} \times 200 \]
\[ = N \times {100 \over \cancel{2}^1} \times {\cancel{200}^{100} \over 1} = N \times 100 \times 100 \]
\[ = N \times 10000 \]

Catatan :

Pada kondisi tertentu, seperti polisitemia, jumlah sel darah merah mungkin sangat tinggi, sehingga sulit untuk mendapatkan penghitungan yang akurat. Dalam kondisi ini, buat pengenceran darah lebih besar. Untuk pengenceran 1: 301, tambahkan 20 uL darah dengan 6,0 mL cairan pengencer.

Untuk pasien yang mengalami anemia berat dan dengan RBC rendah, lakukan pengenceran 1:101 dengan menambahkan 20 uL darah ke dalam 2.0 mL cairan pengencer.
Pastikan pipet, hemositometer, dan kaca penutup bebas dari kotoran, serat, dan darah kering. Pastikan cairan pengencer bebas dari darah dan kontaminasi lainnya.
Sel darah merah atau sel eritrosit membutuhkan waktu lebih lama dalam menghitunnya. Oleh karena itu, lakukan secepat mungkin setelah sel-selnya mengendap. Pengeringan pengenceran di ruang hitung menyebabkan ketidakakuratan dalam jumlah sel.
Kisaran error untuk perhitungan manual umumnya sekitar 10 hingga 20%.

Sumber Kesalahan
Peralatan: Kelulusan pipet dan ruang Neubauer yang tidak akurat.
Teknik yang tidak tepat: Pengumpulan darah yang tidak tepat atau pencampuran sampel darah yang tidak tepat.
Kesalahan manusia: Pengisian ruang Neubauer atau bilik hitung yang tidak tepat.

Nilai Normal

Laki-laki dewasa4.4-6.0 juta / cu mm (4.4-6.0 × 1012 / L) (4.4-6.0 × 106 / μL)
Wanita dewasa3.8-5.0 juta / cu mm (3.8-5.0 × 1012 / L) (3.8-5.0 × 106 / μL)
Bayi baru lahir6.0-7.0 juta / cu mm (6.0-7.0 × 1012 / L) (6.0-7.0 × 106 / μL)


Ilustrasi

Video
Maaf untuk untuk saat ini belum ada video
Pustaka
  1. Barbara A. Brown, 1993, Hematology : principles and procedures Sixth Edition, Lea & Febiger, Philadelphia, London
  2. Barbara H. Estridge and Anna P. Reynolds, 2012, Basic Clinical Laboratory Techniques Sixth Edition, Delmar, Cengage Learning
  3. Ramadas Nayak, Sharada Rai, Astha Gupta, 2012, Essentials in Hematology and Clinical Pathology, Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd., New Delhi.
  4. Harsh Mohan, 2013,Pathology Practical Book, Third Edition, Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd., New Delhi.
  5. Gandasoebrata, 1968, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar