Mengenal Hemocitometer

Berbagi
Print
hemocitometer adalah alat yang ditemukan oleh Louis-Charles Malasse. Alat ini dipakai untuk menghitung jumlah sel darah dan terdiri dari Pipet Eritrosit, Pipet Leukosit, Deck glass dan Bilik Hitung Improved Neubauer. Pipet tersebut harus memenuhi syarat ketelitian tertentu dan Bilik hitung mempunyai sebuah garis grid berbentuk kotak-kotak dengan ukuran tertentu. Sedikit penjelasan dari komponen alat ayang ada di hemocitometer.


Kamar hitung (bilik hitung)
Kamar hitung yang sebaiknya dipakai ialah yang memakai garis bagi Improved Neubauer. Luas seluruh bidang yang dibagi adalah 9 mm2 dan bidang itu dibagi menjadi sembilan bidang besar yang luasnya masing-masing 1 mm2. Bidang besar dibagi lagi menjadi 16 bidang sedang yang luasnya masing-masing 1/4 x 1/4 mm2.

Bidang besar yang letaknya ditengah-tengah berlainan pembagiannya, ia dibagi menjadi 25 bidang dan tiap bidang itu dibagi lagi menjadi 16 bidang kecil. Dengan demikian Jumlah bidang kecil itu seluruhnya 400 buah, masing-masing luasnya 1/20 x 1/20 mm2. Tinggi kamar hitung, yaitu jarak antara permukaan yang bergaris-garis dan kaca penutup yang terpasang adalah ,1/10 mm.
Maka volume di atau tiap-tiap bidang menjadi sebagai berikut :

1 bidang kecil = 1/20 x 1/20 x 1/10 = 1/4000 mm3
1 bidang sedang = 1/4 x 1/4 x 1/10 = 1/160 mm3
1 bidang besar = 1 x 1 x 1/10 = 1/10 mm3
-seluruh bidang yang dibagi = 3 x 3 x 1/10 = 9/10 mm3

Kamar hitung Meubauer (jadi bukan improved Neubauer) berbeda karena garis bagi dalam bidang besar di tengah-tengah berlainan. Cara menghitung jumlah eritrosit memakai karena hitung Neubauer sedikit berbeda, agak lebih sukar dari memakai improved Neubauer dan karena itu tidak dianjurkan. Ada pula kamar hitung yang garis-garisnya dalam seluruh bidang berlainan sekali dengan improved Neubauer, yaitu yang bergaris bagi menurut Burker atau menurut Thoma. Untuk menghitung jumlah sel eosinofil dalam darah dipakai kamar hitung yang volumenya lebih besar, yaitu kamar hitung Fuch Rosenthal. Ukuran seluruh bidang yang dibagi 4x4 mm, tingginya 2/10 mm, sedangkan garis baginya berlainan lagi.

Kaca Penutup (deckglass)

Hendaknya memakai kaca penutup yang khusus diperuntukkan bagi kamar hitung. Kaca penutup itu lebih tebal dari yang biasa, sedangkan ia dibuat dengan sangat datar. Hanya dalam keadaan darurat kaca penutup biasa boleh dipakai. Kaca penutup untuk menghitung jumlah trombosit dengan tehnik fasekontrast lebih tipis dari pada yang dipakai untuk mikroskopi biasa.

Pipet eritrosit

Pipet Thoma untuk mengencer eritrosit terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris-bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola. Dalam bola itu terdapat sebutir kaca merah. Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka "0,5" dan pada bagian atasnya, yaitu dekat bola, terdapat garis bertanda "1,0". Di atas bola ada angka lain lagi, yaitu pada garis tanda "101".
Perhatikan bahwa angka-angka itu bukanlah menandakan satu volume yang muncul melainkan perbandingan volume. Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam bola pipet itu. Seandainya lebih dulu di setiap darah sampai garis tanda "0,5" kemudian cairan pengencer sampai garis tanda "101", maka darah dalam bola pipet itu diencerkan 200 kali.

Pipet leukosit
Pipet Thoma untuk mengencer leukosit sama bentuknya dengan pipet eritrosit. Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih. Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0,5% dan 1,0%. Garis di atas juga diberi angka “11” Seperti juga pipet eritrosit, angka-angka pada pipet leukosit hanya menandakan derajat pengenceran yang terjadi, bukan voluma mutlak. Jika lebih dulu diisap darah sampai garis tanda "0,5" kemudian cairan pengencer sampai garis tanda "11", maka darah dalam bola pipet diencerkan 20 kali.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Hemocytometer
Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Jakarta,1968

Tidak ada komentar:

Posting Komentar