Pemeriksaan Urobilinogen Cara Wallace dan Diamond

Berbagi
Print
Pemeriksaan Urobilinogen merupakan pemeriksaan khusus pada pemeriksaan urin dan nilai secara semikuantitatif. Pemeriksaan urobilinogen harus menggunakan sampel urin yang segar karena jika uobilinogen yang terlalu lama terkena udara dan terkena sinar matahari maka akan dioksidasi menjadi urobilin.
Maka dari itu juga pemeriksaan ini juga didampingi dengan pemeriksaan urobilin. Selain memakai urin segar pengambilan sampel yang baik untuk urin segar atau sewaktu lebih bagus diambil pada sore hari untuk pemeriksaan urobilinogen.

Pemeriksaan urobilinoen sendiri menggunakan reaksi dengan reagen Ehelich yang kemudian akan merubah sampel urin jika positif urobinogen maka akan berubah menjadi merah. Perlu diingat juga bahwa pemeriksaan ini tidak boleh adanya billirubin layaknya pemeriksaan urobilin. Maka alahkan baiknya billirubin diabuang terlebih dahulu dengan menmbahkan calciumhidroxsida kemudian kocok dan saringlah. Setelah disarih pakailah filtrat untuk pemeriksaan urobilinogen.

Prosedur pemeriksaan robilinogen, pertama siapkan reagen Ehrlich. Cara pembuatan regaen ehrlich yaitu timbanglah paradimethyamino-benzaldehida 2 gram, tuangkan asam hidroclorida pekat 20 ml kemudian tambahkan aquadest 80 ml, kemudian simpan pada botol yang berwarna coklat.

Regen sudah di buat kemudian tuang 1 ml regen wallace dan diamond kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 10 ml sampel urin homogenkan, biarkan 3- 5 menit. Kemudian bacalah hasilnya dengan cara melihat dari atas kebawah dalam tabung reaksi itu yang didirikan vertikal dan dibawahnya diberi kertas berwarna putih. Jika warna yang terlihat samar-samar saja maka pemeriksaan dianggap selesai namun jika warna merah terlihat jelas lanjutkan dengan pengenceran sampel urin. Dengan cara buatlah deretan pengenceran urin dari 10 kali samapai 100 kali atau lebih tinggi, lihat tabel.

Jika sudah melakukan pengenceran maka ulangi pmeriksaan wallace dan diamond. Kemudian hasil pemeriksaan dilaporkan dengan menyebutkan pada pengenceran tertinggi yang masih terlihat warna merah dan juga pengenceran berapakah yang tidak terlihat warna merah lagi. Contoh : pengenceran 1 : 40 positif, 1: 50 negatif.

Ganbar ilustrasi :



Catatan penting pembacaan hasil paling lama 5 menit stelah pemeriksaan dilakukan karena jika dibiarka lebih lama warna merah yang ditimbulkan akan semakin jelas dan akan merah maksimal setelah 30 menit. Kemudian untuk sampel urin normal akan mengahislkan hasil positif sampai pengencaran 20 kali dan pengenceran 40 kali negatif. Jika rekasi atau hasil lebih dari 40 kali maka urobilinogen dalam urin postif namun jika dibawah 20 kali maka pekresi urobilinogen dalam urin tidak normal. Untuk yang menjadikan hasil positif palsu dikarenakan beberapak zat yang termasuk golongan derivat indol dibawah ini :
  1. 5,6-dihidroxiindol pada melanuria
  2. 5-hidroxiindol acetic acid (5HIAA) pada sindroma carcinoid
  3. Indoxil dan skatoxsil sulfat (indikan)
  4. Porfobilinogen

Selain itu rekasi akan menjadi berwarna hijau jika adanya zat sulfonamida dan procain. Adanya formalin untuk pengawet juga tidak dianjurkan karena dapat menghambat rekasi selain itu infeksi yang menbentuk nitri pada urin juga menjadikan rekasi berwana hijau.

Sumber : Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Jakarta,1968

Tidak ada komentar:

Posting Komentar