Menghitung Jumlah Sel Leukosit Metode Visual

Berbagi
Print
× Info! Artikel ini sudah diperbaharui pada tanggal 12 Maret 2019.
Pendahuluan
Leukosit, sel darah putih atau White Blood Cell (WBC), disebut sel darah putih karena berwarna putih yang disebabkan memiliki sedikit kadar hemoglobin. Memiliki inti dengan berbagai bentuk dan ukuran. Sel darah putih biasanya berjumlah 4.000 hingga 11.000 per mikroliter darah. Leukosit memiliki fungsi yang sangat penting yaitu dalam kekebalan, kemampuan tubuh untuk melawan penyakit atau dari infeksi, serangan mikroorganisme, mengangkat sel-sel mati dan puing-puing dari jaringan.

Peran penting dari semua leukosit adalah kemampuannya untuk mengenali molekul spesifik pada permukaan agen infeksi dan untuk membedakan mereka dari penanda pada sel-sel tubuh sendiri. Setiap kali agen infeksi memasuki jaringan, sel darah putih dengan gerakan amoeboid ke area infeksi. Sesampai di sana, mereka menelan agen infeksi dengan fagositosis. Oleh karena itu mengetahi jumlah leukosit dalam tubuh yang terinfeksi sangatlah penting untuk memberikan informasi umum mengenai kemampuan pasien untuk melawan infeksi.

Meskipun menghitung jumlah sel darah secara rutin dilakukan dengan menggunakan instrumentasi automatis, situasi dapat muncul di mana jumlah sel manual harus dilakukan. Pada artikel ini memberikan instruksi untuk melakukan penghitungan lekosit menggunakan hemacytometer. Dimana jumlah leukosit, WBC total atau total leukocytes count (TLC) dalam darah dapat diukur dengan metode manual menggunakan bilik hitung improved Neubauer.

Metode perhitungan leukosit manual ini juga disebut metode haemacytometer visual. Prinsip metode ini adalah menghitungan sel darah putih dalam ruang yang dikalibrasi, dengan mengenceran darah dan larutan pengencer 1:20. Pengencer tersebut menggunakkan reagen turk yang mengandung asam asetat glasial yang akan menyebabkan lisis sel darah merah dan gentian violet yang akan mewarnai inti sel darah putih.
Prosedur
Persiapan alat dan bahan sebelum memulai langkah kerja, yaitu paket alat haemacytometer yang berisi bilik hitung improved neubauer, pipet eritrosit (ukuran lebih besar memiliki butiran pengencer berwarna merah), pipet lekosit (ukuran lebih kecil memiliki butiran pengencer berwarna puith), deck glass, dan selang penyedot. Selain itu siapkan juga reagen turk, reagen bisa membeli langsung tinggal pakai, jika ingin membuat sendiri berikut adalah kandungan dari reagen turk :

LarutanBanyaknyaFungsi
Asam asetat glasial2 mLMelisiskan sel darah merah
1% Gentian violet5 tetesMewarnai inti sel darah putih
Add aquadest100 mLPengencer

Langkah kerja
  1. Sampling darah kapiler menggunakan lancet, jika darah keluar usap darah yang keluar pertama kali dengan kapas kering, ambil darah menggunakan pipet leukosit sampai tanda 0.5.
  2. Bisa juga menggunakan darah vena dengan antikoagulan EDTA. Campur darah dalam botol EDTA secara lembut, sehingga sel-sel bercampur dengan baik dengan plasma kemudian pipet dengan pipet leukosit sampai tanda 0.5.
  3. Jika darah berlebih, keluarkan sampel darah dari sisi ujung pipet menggunakan kapas atau tissu kering dan bersihkan ujung pipet.
  4. Celupkan ujung pipet ke dalam reagen Turk dan pipet reagen hingga tanda 11, jangan sampai ada gelembung.
  5. Memegang pipet secara horizontal pada porosnya yang panjang, putar perlahan selama kurang lebih 2-3 menit, untuk memastikan pencampuran antara darah dan pengencer.
  6. Letakkan deck glass di atas bilik hitung.
  7. Buang 2 sampai 3 tetes pertama (karena cairan belum bercampur darah) sampel darah dan pengencer pada pipet leukosit.
  8. Isi bilik dengan menempatkan ujung pipet tepat di bawah penutup dan biarkan cairan mengalir sendiri sampai bilik hitung.
  9. Tunggu selama 2-3 menit sampai sel mengendap di dalam bilik.
  10. Periksa area sel darah putih pada 4 kotak besar (lihat ilustrasi) di bawah mikroskop menggunakan perbesaran kecil atau 10x. Sel-sel darah putih dapat diidentifikasi karena inti sel yang diwarnai oleh gentian violet.
  11. Jumlah lekosit yang didapat dimasukkan dalam rumus N/V x P. keterangan : N merupakan jumlah sel lukosit, P yaitu pengenceran, berarti 20 kali, V adalah volume bidang besar atau yang kita hitung yaitun 4 kotak besar. Jadi 4x1x1x0,1 bagaimana mendapatkan angka tersebut bisa membacanya disini. Ringkasan perhitungan yaitu Nx50 = jumlah sel leukosit per ul darah.

Catatan:
Ketika ada pasien yang diduga leukopenia, disarankan untuk menggunakan pengenceran 1:10, untuk akurasi yang lebih besar,sehingga mengambil darah sampai tanda 1 bukannya 0.5. Dalam kasus jumlah sel darah putih yang sangat tinggi atau lekositosis, pengenceran 1:100 atau 1:200 menggunakan pipet eritrosit mungkin diperlukan untuk penghitungan yang akurat. Jika sel darah merah berinti (sel eritrosit muda) atau nucleated red blood cells (nRBCs) ditemukkan pada apusan darah, koreksi jumlah WBC harus dilakukan.

Koreksi Total Jumlah leukosit terhadap sel eritrosit muda Perhitungan korek jumlah leukosit terhadap sel eritrosit berinti, dilakukan jika ditemukan 5 atau lebih per 100 leukosit dalam perhitungan jumlah jenis leukosit atau diffcount. Rumus perhitungan korek sebagai berikut :
Koreksi sel lekosit sama dengan jumlah total lekosit per ul darah dikali 100 dibagi dengan jumlah sel darah merah berinti per 100 sel lukosit ditambah 100. misalnya ditemukkan 10 sel darah merah berinti atau sel eritrosit muda per 100 sel leukosit, sedang jumlah leukosit total 8000, maka 8000x100 dibagi 10+100 = 800000 dibagi 110 = 7273 per ul darah.

Nilai Normal:
KategoriNilai normal
Orang dewasa4,000-11,000 / μl
Bayi saat lahir10.000-26.000 / μl
Anak di bawah 1 tahun6.000-18.000 / μl

KategoriNilai normal
Orang dewasa4000-11000 cells/cu mm (4-11 × 10 pangkat 9/L) (4-11 × 10 pangkat 3/µL)
Bayi saat lahir8000-22000 cells/cu mm (8-22 × 10 pangkat 9/L) (8-22 × 10 pangkat 3/µL)
Anak di bawah 1 tahun6000-15000 cells/cu mm (6-15 × 10 pangkat 9/L) (6-15 × 10 pangkat 3/µL

Sumber Kesalahan 
  • Peralatan: Kalibrasi pipet dan bilik hitung yang tidak akurat. 
  • Teknik yang tidak benar: Pengumpulan darah yang tidak tepat atau pencampuran sampel darah yang tidak tepat. 
  • Kesalahan manusia: Pengisian yang tidak benar pada bilik hitung. 

Tindakan pencegahan 
  • Kalibrasi pipet dan bilik hitung yang akurat. 
  • Pengumpulan darah yang tepat dan pencampuran sampel darah yang tepat
  • Meja kerja harus bebas dari getaran dan ruang tidak boleh terkena panas. 
  • Kaca penutup harus memiliki ketebalan khusus dan harus memiliki permukaan rata yang sempurna. 
  • Area bilik harus diisi sepenuhnya tanpa meninggalkan gelembung udara atau puing-puing di area bilik. 
  • Cairan seharusnya tidak tumpah kepinggiran area bilik hitung. 
Ilustrasi





Video

Maaf untuk untuk saat ini belum ada video

Pustaka
  1. Barbara H. Estridge and Anna P. Reynolds, 2012, Basic Clinical Laboratory Techniques Sixth Edition, Delmar, Cengage Learning
  2. Ramadas Nayak, Sharada Rai, Astha Gupta, 2012, Essentials in Hematology and Clinical Pathology, Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd., New Delhi.
  3. Robin S. W., Richard R., 2016, Phlebotomy Worktext and Procedures Manual, 4th Edition, oleh Saunders, Elsevier Inc.
  4. Bonnie K. Davis, M.A., CLP (NCA), 2011, RPT (AMT), Phlebotomy: From Student to Professional, Third Edition, Delmar, Cengage Learning
  5. Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Jakarta,1968

Tidak ada komentar:

Posting Komentar