Pemeriksaan kalsium urin cara Sulkowitch merupakan salah satu pemeriksaan urin khusus yang digunakan untuk menilai ekskresi kalsium secara semikuantitatif (Gandasoebrata, 1968; Sulkowitch, 1958). Pemeriksaan ini dikembangkan oleh Hirsh Sulkowitch sebagai metode skrining cepat di samping tempat tidur pasien (bedside test) untuk menilai status kalsium tanpa memerlukan peralatan laboratorium kompleks (Sulkowitch, 1958; Ritter et al., 1960). Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendeteksi kelainan fungsi kelenjar paratiroid serta gangguan metabolisme kalsium secara umum (Gandasoebrata, 1968).
Prinsip Pemeriksaan
Reagen Sulkowitch yang bersifat asam (pH sekitar 2,8-3,5) mengendapkan kalsium dalam urin dalam bentuk kalsium oksalat melalui reaksi dengan ion oksalat yang terkandung dalam reagen (Sulkowitch, 1958; Gandasoebrata, 1968). Kondisi pH asam ini secara khusus dipilih agar kalsium fosfat yang juga dapat membentuk presipitat pada pH netral atau basa tidak turut mengendap, sehingga kekeruhan yang teramati secara spesifik mencerminkan kandungan kalsium oksalat saja (Sulkowitch, 1958). Derajat kekeruhan yang terbentuk berbanding lurus dengan konsentrasi kalsium dalam spesimen urin, sehingga dapat dinilai secara semikuantitatif berdasarkan kecepatan dan intensitas kekeruhan yang muncul (Gandasoebrata, 1968; Ritter et al., 1960).
Signifikansi Klinis
Pemeriksaan kalsium urin cara Sulkowitch memiliki kegunaan klinis pada berbagai kondisi yang berkaitan dengan metabolisme kalsium dan fungsi kelenjar paratiroid (Gandasoebrata, 1968; Ritter et al., 1960).
Hipoparatiroidisme dan HipokalsemiaPenurunan fungsi kelenjar paratiroid menyebabkan penurunan ekskresi kalsium urin akibat berkurangnya kadar kalsium serum yang dapat difiltrasi oleh glomerulus (Gandasoebrata, 1968). Hasil negatif atau positif lemah (1+) pada pemeriksaan ini perlu diinterpretasikan dengan hati-hati karena dapat mencerminkan kondisi hipokalsemia, khususnya pada kadar kalsium serum di bawah 7,5 mg% (Gandasoebrata, 1968).
Hiperparatiroidisme dan HiperkalsemiaPeningkatan sekresi hormon paratiroid pada hiperparatiroidisme primer menyebabkan peningkatan resorpsi tulang dan filtrasi kalsium glomerulus, sehingga ekskresi kalsium urin meningkat secara bermakna (Gandasoebrata, 1968). Kondisi ini umumnya menghasilkan kekeruhan derajat berat (3+ atau 4+) pada pemeriksaan Sulkowitch (Gandasoebrata, 1968; Ritter et al., 1960).
Pemantauan Terapi Vitamin D dan Suplementasi KalsiumPemeriksaan ini secara historis digunakan untuk memantau respons terapi pada pasien yang menerima preparat vitamin D, dihidrotachysterol, atau hormon lain yang mempengaruhi metabolisme kalsium, guna mendeteksi kondisi hiperkalsemia akibat dosis berlebih sebelum gejala klinis muncul (Sulkowitch, 1958).
Penyakit Tulang MetabolikRakitis, osteomalasia, dan penyakit tulang metabolik lainnya dapat dipantau secara kasar menggunakan pemeriksaan ini sebagai bagian dari evaluasi keseimbangan kalsium tubuh, meskipun pemeriksaan kuantitatif tetap diperlukan untuk diagnosis definitif (Sulkowitch, 1958; Ritter et al., 1960).
Persyaratan Spesimen
Pemeriksaan kalsium urin cara Sulkowitch idealnya menggunakan spesimen urin 24 jam untuk memperhitungkan variasi diurnal ekskresi kalsium yang dapat dipengaruhi oleh asupan makanan dan aktivitas fisik (Gandasoebrata, 1968). Penderita tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dalam jumlah signifikan selama periode pengumpulan spesimen, karena asupan kalsium eksogen dapat menyebabkan hasil positif palsu yang tidak mencerminkan status metabolisme kalsium endogen pasien yang sesungguhnya (Gandasoebrata, 1968).
Alat dan Bahan
Pemeriksaan kalsium urin cara Sulkowitch memerlukan alat dan bahan sebagai berikut:
Alat:- Tabung reaksi ukuran 16 × 150 mm, dua buah (satu untuk uji, satu untuk kontrol)
- Pipet ukur atau pipet volume 3 mL
- Rak tabung reaksi
- Urin 24 jam pasien (tanpa pengawet yang mengganggu reaksi)
- Reagen Sulkowitch
Asam oksalat (C2H2O4) ditimbang sebanyak 2,5 g dan amonium oksalat ((NH4)2C2O4) ditimbang sebanyak 2,5 g, kemudian keduanya dilarutkan ke dalam sebagian akuades. Asam asetat glasial (CH3COOH) sebanyak 5 mL ditambahkan ke dalam larutan tersebut sambil diaduk. Volume akhir digenapkan dengan akuades hingga 150 mL (Sulkowitch, 1958; Gandasoebrata, 1968). Larutan dihomogenkan hingga seluruh kristal larut sempurna, kemudian disaring apabila terdapat partikel yang tidak larut. Reagen disimpan dalam botol kaca bertutup rapat pada suhu ruang (15-25 °C) terlindung dari cahaya langsung; stabilitas reagen diperkirakan enam bulan apabila disimpan dengan baik. Kombinasi asam oksalat, amonium oksalat, dan asam asetat glasial ini menghasilkan pH reagen pada kisaran 2,8-3,5 yang diperlukan untuk mencegah presipitasi kalsium fosfat (Sulkowitch, 1958).
Prosedur Pemeriksaan
Urin sebanyak 3 mL dimasukkan ke dalam masing-masing dua tabung reaksi berukuran 16 × 150 mm. Tabung kedua difungsikan sebagai kontrol dan tidak diberi penambahan reagen. Reagen Sulkowitch sebanyak 3 mL ditambahkan ke dalam tabung pertama, kemudian campuran dihomogenkan dengan cara membolak-balik tabung secara perlahan. Campuran dibiarkan selama dua hingga tiga menit pada suhu ruang. Kekeruhan pada tabung pertama diamati dan dibandingkan dengan kejernihan tabung kontrol, kemudian hasil dinilai secara semikuantitatif berdasarkan kecepatan timbulnya kekeruhan dan derajat intensitasnya (Gandasoebrata, 1968).
Gambar ilustrasi prosedur Pemeriksaan Calcium Urin Cara Sulkowitch
Penilaian Hasil Semikuantitatif
Hasil pemeriksaan dinilai berdasarkan derajat kekeruhan yang terbentuk dan kecepatan timbulnya kekeruhan tersebut setelah pencampuran dengan reagen Sulkowitch (Gandasoebrata, 1968; Ritter et al., 1960).
Tabel 1. Kriteria penilaian hasil semikuantitatif kalsium urin cara Sulkowitch
| Hasil | Deskripsi Kekeruhan |
|---|---|
| Negatif (−) | Tidak terjadi kekeruhan |
| Positif 1+ (+) | Kekeruhan halus, baru tampak setelah beberapa saat |
| Positif 2+ (++) | Kekeruhan sedang, tampak jelas namun tidak instan |
| Positif 3+ (+++) | Kekeruhan agak berat, timbul dalam waktu kurang dari 20 detik |
| Positif 4+ (++++) | Kekeruhan berat yang terjadi seketika |
Diadaptasi dari Gandasoebrata (1968).
Interpretasi Klinis Hasil
Interpretasi hasil pemeriksaan Sulkowitch memerlukan korelasi dengan kadar kalsium serum karena hasil semikuantitatif ini tidak secara langsung mencerminkan nilai numerik kalsium darah (Gandasoebrata, 1968; Ritter et al., 1960).
Hasil positif lemah (1+) pada prinsipnya masih dikategorikan sebagai hasil negatif secara klinis, karena temuan ini berkaitan dengan kondisi hipokalsemia pada kadar kalsium serum kurang dari 7,5 mg% (Gandasoebrata, 1968). Pada keadaan hiperkalsemia akibat hiperparatiroidisme, ekskresi kalsium meningkat secara signifikan sehingga hasil pemeriksaan umumnya menunjukkan derajat 3+ atau 4+ (Gandasoebrata, 1968).
Keterbatasan Metode
Validitas pemeriksaan Sulkowitch sebagai indikator kuantitatif ekskresi kalsium telah dipertanyakan dalam studi klinis berskala besar. Penelitian terhadap 508 kasus dengan penentuan kalsium urin kuantitatif secara simultan menunjukkan bahwa korelasi antara hasil semikuantitatif Sulkowitch dan kadar kalsium urin yang sebenarnya bersifat tidak konsisten, terutama pada rentang nilai normal hingga sedikit meningkat (Ritter et al., 1960). Pemeriksaan ini lebih bernilai sebagai alat skrining awal dibandingkan sebagai metode kuantifikasi definitif, dan hasil yang mencurigakan secara klinis sebaiknya dikonfirmasi dengan metode kuantitatif seperti spektrofotometri serapan atom atau metode kolorimetri otomatis menggunakan o-cresolphthalein complexone (Ritter et al., 1960).
Referensi
- Gandasoebrata R. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat; 1968.
- Ritter S, Spencer H, Samachson J. The Sulkowitch test and quantitative urinary calcium excretion. J Lab Clin Med. 1960;56(2):314–320.
- Sulkowitch HW. Urine calcium test. US Patent 2,824,842. 1954 Jun 9 (issued 1958 Feb 25).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar