Pengecatan Preparat Apusan Darah Metode Wright

Berbagi
Print
× Info! Artikel ini sudah diperbaharui pada tanggal 30 Oktober 2020.
Pendahuluan

Pewarnaan Romanowsky merupakan pewarnaan standar yang biasa digunakan di laboratorium hematologi untuk pewarnaan rutin apusan darah tepi dan pewarnaan sumsum tulang. Berbagai macam pewarna Romanowsky yaitu Giemsa, May-Gruenwald, Leishman, Wright, dan Jenner. Pewarnaan Wright merupakan salah satu jenis pewarnaan Romanowsky selain sebagai pewarnaan apusan darah tepi juga digunakan untuk sediment urin dan preparat apusah darah parasit malaria.

Pewarnaan Wright dinamai dari James Homer Wright, yang meneliti pewarnaan pada tahun 1902 berdasarkan pewarnaan Romanowsky. Pewarnaan Wright banyak digunakan untuk melakukan penghitungan sel darah putih sesuai jenisnya dan untuk mengevaluasi morfologi sel darah.

Pewarnaan Wright adalah pewarnaan polikromatik yan terdiri dari methylene blue teroksidasi dan eosin. Pada pewarnaan Wright berbahan dasar metanol, oleh karena itu terkadang beberpa literatur menuliskan tidak memerlukan fiksasi sebelum pewarnaan. Namun, fiksasi bisa membantu mengurangi artefak ang dapat terjadi jika pewarna yang sudah terlalu lama. 

Pada proses fiksasi metanol mengikat sel ke slide/objeck glass. Kandungan Eosin Y yan merupakan pewarna anionik asam dan methylene blue adalah pewarna kationik basa. Ketika diencerkan dalam  buffer, terjadi ionisasi. Eosin mewarnai komponen dasar seperti hemoglobin dan butiran eosinofilik dengan warna oranye hingga merah muda. Methylene blue mewarnai komponen seluler asam seperti asam nukleat dan butiran basofilik dalam berbagai warna biru. Komponen netral sel diwarnai oleh kedua komponen pewarna, menghasilkan warna yang bervariasi. Intensitas pewarnaan tergantung pada kandungan perwana, ada faktor lain mempengaruhi hasil pewarnaan yaitu nilai pH larutan kerja, metode fiksasi, buffer dan waktu pemaparan zat warna. 

Pembuatan larutan Wright :
Serbuk Wright: 0,25 g 
Methanol: 100 mL 
Pencampuran diaduk dengan dipanaskan dalam water bath.

Pembuatan Phosphate buffer stock:
Larutan 1
Anhydrous monobasic potassium phosphate (KH2P04), 0.067 M: 9.1 g
Larutkan dan encerkan hingga 1 L dengan aquadest
Larutan 2
Anhydrous dibasic sodium phosphate (Na2HP04), 0.067 M: 9.5 g
Larutkan dan encerkan hingga 1 L dengan aquadest

Campurkan larutan 1 dan 2 bersama-sama dalam proporsi yang sesuai dengan pH yang diinginkan. Untuk pewarnaan darah dan sumsum tulang disarankan menggunakan pH 6,8, sedangkan pH 7,2 digunakan saat mencari parasit malaria.

Tabel Pembuatan Phosphate buffer
pHLarutan 1 (mL)Larutan 2 (mL)
6.663.037.0
6.850.849.2
7.038.961.1
7.228.072.0
7.419.280.8

Prosedur
Persiapan alat dan bahan yaitu pewarna Wright, buffer 6,8 atau 7,2, pipet dan rak pengecatan. 

Langkah kerja
Membuat preparat apusan darah tipis, letakkan pada rak pengecatan biarkan kering udara. Kemudian fiksasi dengan mencelupkan dalam larutan metanol beberpa detik kemudian biarkan sampai mengering udara (langkah ini serin tidak dilakukan karena larutan Wright mengandung 80% larutan metanol, baca prosedur kerja di laboratorium Anda). Tambahkan larutan Wright pada preparat secukupnya, diamkan selama 1 sampai 3 menit.

Tambahkan buffer kira-kira sama banyak dengan larutan Wright tapi jangan sampai meluap, campur dengan hati-hati. Kilau metalik (atau 'buih' hijau) akan muncul pada slide jika pencampuran sesuai kemudian diamkan selama 2 sampai 3 menit atau dua kali lebih lama dari larutan Wright. Cuci dengan aquadest sampai di bagian yang lebih tipis preparat apusan darah menjadi merah muda. Keringkan di antara kertas saring periksa di bawah mikroskop atau awetkan dengan memasang deckglass di beri larutan canada balsam. Preparat apusan darah kering dapat disimpan selama beberapa minggu tanpa merusak sifat pewarnaannya. Film yang sudah lebih dari sebulan mungkin tidak akan memberikan hasil yang baik.

SelHasil
EritrositMerah kekuningan
NeutrofilInti: Ungu tua
 Butiran: Butiran ileac kemerahan
 Sitoplasma: Merah muda pucat
EosinofilInti: Biru
 Butiran: Merah sampai jingga merah
 Sitoplasma: Biru
BasofilInti: Ungu sampai biru tua
 Butiran: Ungu tua
LimfositInti: Ungu tua
 Sitoplasma: Biru langit
MonositInti: Ungu tua
 Sitoplasma: Mosaik berwarna merah muda dan biru
Trombositungu sampai butiran ungu


Ilustrasi

Video



Maaf untuk untuk saat ini belum ada video


Pustaka
  1. Wright, J.H. (1902): A rapid method for the differential staining of blood films and malarial parasites, J. Med. Res. 7(1), p 138-144.
  2. Brown BA: Hematology: Principles and Procedures 6th ed.. Philadelphia. Lea and Febiger. 1993. pp. 144-160
  3. BioGnost, 2017, WRIGHT'S STAIN powder dye, WS-P-25, V3-EN2, BIOGNOST Ltd.
  4. Dhurba Giri, 2019, Wright’s Stain : Preparation, Principle, Procedure and Results, diakses 31 oktober 2020, URL :http://laboratorytests.org/wrights-stain/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar