Mengapa Antikoagulan EDTA Bagus Untuk Pemeriksaan Hematologi

Mengapa Antikoagulan EDTA (ethylenediaminetetraacetic acid) Bagus Untuk Pemeriksaan Hematologi, seperti teman ATLM tau kita sangat akrab sekali dengan yang nama EDTA, reagen, larutan, atu serbuk antikoagulan yang sering kita gunakan untuk pemeriksaan di laboratorium terutama di laboratorium hematologi.

Sebelumnyapun kami sudah membahas tentang perbedaan K2 EDTA dan K3 EDTA. Nah sekarang kenapa pada pemeriksaan hematologi umumnya memakai antikoagulan EDTA tidak Na Citrat, heparin dan lainnya.

Fungsi EDTA sendiri Menghambat proses pembekuan dengan menghapus kalsium dari darah. Antikoagulan digunakan sejak awal 1950-an (wow sudah lama sekali ya) untuk mencegah pembekuan dalam sampel darah dan kenapa memakai EDTA karena memiliki kelebihan dibandingkan antikoagulan lainnya. Karakteristik yang paling berbeda EDTA adalah tidak merusak sel-sel darah, sehingga sangat bagusuntuk pemeriksaan hematologi.

Selain mencegah koagulasi, tidak merusak sel darah, pada pemakain antikoagulan EDTA tidak menyebabkan perubahan morfologi dalam sel darah dan jumlah sampel darah atau pengenceran yang tidak berarti. Untuk perbandingan misalnya K2EDTA dengan sampel darah yaitu 1,5 sampai 2,0 mg / ml darah, ini tidak mempunyai pengaruh yang signifikan pada parameter jumlah darah atau pengencerannya tidak berarti. Harus diingat setiap pengambilan darah tabung harus terbalik beberapa kali (8-10) untuk memastikan pencampuran (homogen). Karena itu kenapa EDTA menjadi antikoagulan yang tepat untuk pemeriksaan hematologi.

Pengaruh EDTA pada Sel Darah Merah (RBC):
Preparat apus yang baik menggunakan sampel dengan antikoagulan EDTA dengan rentang waktu 2-3 jam dari pengambilan sampel. Jika di buat lebih dari itu misalnya 5 jam akan di temukan kelainan dari sel-sel darah. Jika perbandingan EDTA dan sampel darah tidak imbang akan menyebabkan morfoglogi sel yang tidak bagus misalnya jika EDTA lebih banyak akan menyebabkan sel darah merah menyusut karena hipertonisitas dari plasma dengan peningkatan konsentrasi ion dan dapat membuat kelainan morfologi pada RBC atau morfologi tidak jelas. Kelebihan EDTA selain mempengaruhi eritrosit pada leukosit juga dapat menyebabkan kerusakan membran.

Pengaruh EDTA pada Trombosit:
Pengaruh pada tromobosit yaitu EDTA mengurangi aktivasi trombosit untuk beraggregrasi (bergerombol) dengan adanya kalsium dan cepat memebeku. Namun EDTA mnegikat kalsium dan trombositpun tidak teraktivasi mencecah terjadinya adhesi.

Seperti yang kami jelas kan di atas EDTA sangat bagus untuk pembuatan preparat apus. Jadi lebih akurat memperkirakan jumlah trombosit pada preparat apus. Ketika hasil tes menunjukkan jumlah trombosit yang rendah pada pemeriksaan otomatik, pembuatan apusan darah harus dilakukan untuk membantu menentukan apakah penyebab jumlah trombosit yang rendah apakah karena kondisi pasien atau pencampuran darah dengan EDTA yang kurang baik.

Pengaruh EDTA pada Leukosit (WBC):
Untuk pengunaan antikoagulan EDTA tidak mempengaruhi jumlah WBC selama minimal 3 hari pada suhu kamar. Namun pada sel Neutrofil dan sel monosit paling sensitif terhadap penyimpanan dengan antikoagulan EDTA, sedangkan sel limfosit sel paling stabil jika disimpan. Sedangkan karakteristik morfologi WBC pada darah EDTA pada penyimpanan di sekitar suhu 20-24°C, menyebabkan muncul vakuliasasi pada sel monosit setelah satu atau kurang dari empat jam; pada sel netrofil di temukan vakuolisasi setelah tiga sampai empat jam, atau kurang dari enam jam. Namun pada penyimpanan suhu 4°C selama 12 jam hanya sedikit perubahan dalam karakteristik morfologi WBC.

Maka dari itu Pilihan EDTA :D

Ada tiga bentuk yang berbeda dari EDTA. EDTA tersedia dalam disodium (Na2 EDTA), dipotassium (K2 EDTA) dan tripotassium (K3 EDTA). K2 EDTA dan Na2 EDTA yang biasa digunakan dalam bentuk kering; K3 EDTA biasanya digunakan dalam cairan. K3 EDTA walaupun dalam bentuk cairan menyebabkan pengecaran namun tidak berart dan sangat bagus untuk melihat morfologi sel. Sedangkan untuk menghitung jumlah sel dan ukuran lebih bagus memakai K2 EDTA karena K2 EDTA dalam bentuk kering tidak akan mengencerkan sampel dan direkomendasikan oleh ICSH (Dewan Internasional untuk Standardisasi di Hematologi) dan CLSI (Clinical dan Laboratorium Standards Institute) untuk pengujian hematologi.


Rujukan
Patel N. 2009, Volume 7, No. 1, BD Global Technical Services receives many questions about BD products. To address these questions, we have developed a periodic news bulletin called “Tech Talk.

Baca artikel lainnya dengan topik Hematologi ,Pengetahuan ,Plebotomi ,Reagensia

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2013-2018 ATLM. Powered by Blogger.