Mengapa Antikoagulan Natrium sitrat (Na sitrat) Bagus Untuk Pemeriksaan Koagulasi

Berbagi
Print
Mengapa Antikoagulan Natrium sitrat (Na sitrat) atau Sodium citrat bagus untuk pemeriksaan koagulasi kenapa bukan antikoagulan EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid). Antikoagulan Na sitrat sering bahkan direkomendasikan sebagai antikoagulan dalam pemeriksaan koagulasi untuk membantu diagnosa jika terjadi kelainan hemostasis. Konsentrasi Na sitrat yang direkomendasikan oleh International Council for Standardization in Hematology (ICSH) dan The College of American Pathologists (CAP) adalah 3,2%.

Prinsip dari antikoagulan Na sitrat sendiri hampir sama dengan EDTA, pada antikoagulan EDTA mengikat ion kalsium sedangkan Na sitrat mengubah ion kalsium kedalam bentuk lain. Namun, Thomas Siegemund dari Universitas Leipzig di situs Researchgate selain Kalsium, EDTA juga mengikat ion logam divalen lainnya seperti tembaga dengan cukup kuat. Faktor VIII (Antihemophilic factor) dan faktor V (Proaccelerin) adalah protein pengikat tembaga (mirip dengan ceruloplasmin) dan terdisosiasi atau inaktivasi, jika ion logam dihilangkan. Thomas S. juga membandingkan aktivitas Faktor VIII dan Faktor V dalam plasma dengan antikoagulan Na sitrat dan EDTA, hasilnya sampel yang menggunakan antikoagulan EDTA pada Faktor VIII turun dari 0,92 menjadi 0,08 IU/dL, Faktor V dari 1,31 menjadi 0,64 IU/dL.

Beberapa reagen Prothrombin time (PT) kurang sensitif terhadap defisiensi Faktor V sehingga efeknya dapat diabaikan. Sedangkan pada pemeriksaan Activated Partial Thromboplastin time (aPTT) sangat sensitif terhadap defisiensi Faktor VIII jadi kemungkinan terjadi pengaruh terhadap hasil pemeriksaan tersebut. Pada antikoagulan Na citrat hanya mengubah ion kalsium dalam bentuk lain tidak mengikat ion logam lainnya jadi tidak mempengaruhi Faktor V maupun Faktor VIII.

Antikoagulan Na sitrat bagus untuk pemeriksaan koagulasi namun yang perlu diperhatikan adalah konsentrasi Na sitrat dan perbandingan terhadap sampel darah. Seperti yang telah dijelaskan bahwa rekomendasi konsentrasi antikoagulan Na sitrat adalah 3,2% dan perbandingan dengan sampel darah adalah sembilan banding satu. Jika konsentrasi Na sitrat tinggi misalnya 3,8% kemungkinan akan terjadi hasil pemeriksaan koagulasi yang memanjang.

Pustaka
  1. Thomas Siegemund, University of Leipzig, 2015, Answer : Why can EDTA not be used as anticoagulant when testing prothrombin and activated partial thromboplastin time?, Asked Andrew Hood, University of Chester, Researchgate.net https://www.researchgate.net/post/Why_can_EDTA_not_be_used_as_anticoagulant_when_testing_prothrombin_and_activated_partial_thromboplastin_time
  2. Mary Louise T., 2012, Clinical Hematology Theory and Procedures Fifth Edition, Lippincott Williams & Wilkins, a Wolters Kluwer business.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar