Menghitung Jumlah Sel Eosinofil

Menghitung jumlah sel eosinofil dengan cara manual. Meskipun sekarang banyak laboratorium yang menggunakan alat otomatik seperti alat hematologi analiser untuk menghitung jumlah sel eosinofil tetapi jangan lupa dasar dari perhitungan tersebut. Untuk itu kita coba refreh bagaimana cara perhitungan dan prosedur menghitung jumlah sel eosinofil secara manual dengan bilik hitung. Sebelum melangkah cara pemeriksaan atau prosedur pemeriksaan alakah baiknya kita tau dasar ukuran bilik hitung dan instrumentasi haemocitometer. jika sudah tau dasar perhitungannya kita masuk ke prosedur.

Prosedur menghitung jumlah sel eosinofil dengan cara manual intinya dalah kita membuat pengenceran dari darah yang di periksa seperti saat kita menghitung sel leukosit. Sebelum mulai pemeriksaan siapkan regaen yang akan diapaki yaitu eosin 2 % ditambah aceton 1 : 1 jadi aceton juga 5 ml kemudian ad aquadest 100 ml. Jika reagen sisa maka simpanlah di lemari es larutan tahan samapai 1 minggu dan saat mau dipakai saring terlebih dahulu.

Reagen sudah siap maka persiapan sampel darah dengan antikoagulan EDTA atau Oxalat, kemudian pipet sampel darah menggunakan pipet leukosit sampai tanda garis angka 0,5. Kemudian bersihkan darah yang berada di ujung pipet setelah itu masukkan dalam larutan truk dan pipetlah samapai tanda garis angka 11 dan jangan samapai ada gelembung. Jika sudah tepat dan tidak ada gelembung tutup ujung pipet dengan ujung jari kemudian angkat pipet dan lepaskan karet penghisap. Setelah itu kocoklah pipet tersebut selama kurang lebih 15 - 30 detik, jika tidak segera dihitung letakkan pipet secara horisontal.

Setelah membuat pengenceran kemudian cara meletakkan ke bilik hitung, seperti pada langkah perhitungan leukosit. Pertama letakkan kaca penutup atau deck glass diatas kamar hitung yang bersih. Kemudian kocok pipet pengeceran tadi kurang lebih 3 menit jagan sampai tumpah. Setelah itu buanglah 3 atau 4 tetes pertama pada kapas atau tissue jika sudah letakkan ujung pipet pada permukaan kamar hitung dengan derajat kemiringan kurang lebih 30 derajat dan biarkan cairan mengisi permukaan kamar hitung yang di tutup dengan deck glass atau kaca penutup. Kemudian biarkan 2 samapai 3 menit agar sel lekosit mengendap. Jika tidak tidak di hitung degera simpan dalam cawan petri yang didalamnya terdapat kapas basah.

Untuk perhitungan sangat berbeda dengan perhitungan leukosit. Perhitungan sel eosinofil dihitung seluruh bidang yang dibagi yaitu denga luas 9 mm2 dan tinggi 0,1 mm. Jadi perhitungannya dengan pengenceran 10 kali jadi jumlah sel yang didapat dalam bidang 0,9 mm3 dikali 10 x 10 : 9 sama dengan jumlah sel eosinofil per ul darah. Untuk lebih jelas lihatlah pada gambar ilustrasi.

Gambar ilustrasi menghitung jumlah eosinofil


Kesalahan dalam perhitang eosinofil kurang lebih 35% tidak seperti perhitungan sel lukosit karena sel eosinofil memiliki jumlah yang sedikit jadi ketelitiannyapun kurang. Namun jika kita menggunkan Bilik Hitung Fuchs-Rosenthal yang luasnya 16 mm2 dan tingginya 0,2 mm maka ketilian bisa lebih tinggi. Perhitungan untuk bilik hitung tersebut yaitu menjadi n x 10 / 3,2, n adalah julah sel eosinofil yang ditemukan.

Sumber : Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Jakarta,1968

Baca artikel lainnya dengan topik Hematologi

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2013-2018 ATLM. Powered by Blogger.